Kamis, 11 Juli 2019

UKM Taekwondo Rebut Juara di Ajang PRASMUL OLYMPICS 2019

Punggawa Tim Taekwondo UEU
Esaunggul.ac.id, Kabar gembira kembali datang dari mahasiswa Esa Unggul, kali ini tim UKM UEU berhasil merebut juara di ajang PRASMUL OLYMPICS 2019 yang dilaksanakan pada tanggal 6-27 April 2019 di Universitas Prasetiya Mulya BSD, Tanggerang.
Ketua UKM Taekwondo UEU, Diky mengatakan prestasi yang didapatkan oleh tim Taekwondo tidaklah mudah dalam meraih prestasi tersebut. Apalagi para punggawa Tim Taekwondo UEU merupakan mahasiswa aktif yang harus mengatur jadwal dan waktu agar tidak bertabrakan antara kuliah dan latihan.
“Kunci kesuksesan kami yang pertama ialah konsisten dalam mengejar apa yang ingin kami tuju, tidak mudah menyerah dan harus pintar-pintar dalam membagi waktu antara kuliah dan latihan. Meskipun berat, namun di sinilah tantangannya di mana mental kami diuji,” ujar Diky di Universitas Esa Unggul, beberapa waktu yang lalu.
Diky dan skuad Taekwondo berharap prestasi ini mampu menjadi momentum bagi tim UEU, untuk kembali berprestasi di skala nasional maupun internasional. “Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi kami dan mahasiswa UEU untuk kembali berprestasi di sejumlah ajang Taekwondo,” tutupnya.
Berikut nama-nama peraih juara Tim Taekwondo UEU:
  1. M Adam Dipa ( U-74kg) juara 1 (Fasilkom)
  2. Diky Arianto N ( O- 87kg) juara 2 (Fakultas Ekonomi dan Bisnis)
  3. Nur Rahmalia Putri ( U-68kg) juara 2 (Fakultas Hukum)
  4. Junior W ( U-54kg ) (Fakultas Fisioterapi)
  5. Antonius ( poomsae ) (Fasilkom)
Read More..

Senin, 13 November 2017

Esa Unggul Gelar Pemeriksaan Kesehatan di Car Free Day

Foto Bersama Seusai Penyelenggaraan Car Free Day
Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat) yang merupakan program pemerintah mensosialisasikan pentingnya kesehatan kepada masayarakat menjadi sebuah bukti masalah kesehatan merupakan isu utama yang harus diperhatikan oleh seluruh kalangan. Untuk itu, Esa Unggul sebagai sebuah instansi pendidikan yang menjunjung Tri Dharma yakni Pengabdian kepada Masyarakat merasa terpanggil untuk menyukseskan program pemerintah tersebut.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar acara pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan saat momen Car Free Day Minggu (5/11). Ketua Pelaksana Car Free Day Dwita Uthami Putri menjelaskan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Esa Unggul mengambil tema mewujudkan Indonesia sehat, melayani berbgai pemeriksaan seperti cek kolestrol, darah dan pemeriksaan tensi, selain itu juga terdapat konsultasi gizi, penghitungan masa tubuh, serta cek Fisioterapi.
“Pelayanan pada Pemeriksaan kesehatan Esa Unggul di Car Free Day dilakukan selain untuk mempromosikan Universitas Esa Unggul, momen ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat tentangnya pentingya menjaga kesehatan. Untuk itu pelayanan yang kami tawarkan di pemeriksaan kesehatan tersebut dilaksanakan secara lengkap seperti cek kolestrol, gula darah, tensi, Fisioterapi yang menyediakan pelayanan keseimbangan tubuh, mengecek masa tubuh , konsultasi gizi hingga pemeriksaan susanan tulang,” tutur Dwita Saat Car Free Day, Di Dukuh Atas, Jakarta Pusat (5/11/2017).
Masyarakat yang Meminati Stan Pemeriksaan Esa Unggul Saat Car Free Day
Dwita pun menerangkan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Esa Unggul dalam acara Car Free Day merupakan keikutserataan yang kedua kalinya, sebelumnya Esa Unggul mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan pada Car Free Day bulan Agustus lalu. “Kami dari Esa Unggul memilih momen Car Free Day dikarenakan saat CFD tersebut banyak dari masyarakat yang sedang berolahraga bersama keluarga, nah ini kami manfaatkan untuk menawarkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” katanya.
Dirinya bersama rekan-rekan Esa Unggul pun berharap pemeriksaan kesehatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang memiliki masalah di bidang kesehatan dan semakin membuat masyarakat sadar pentingnya menjaga kesehatan serta pengecekan kesehatan berkala.
“Pemeriksaan kesehatan itu sangat penting diperhatikan, selain untuk mengetahui penyakit apa yang kita alami , masyarakat pun dapat mencegah penyakit-penyakit yang akan menyerang karena langkah preventif lebih baik daripada mengobati,” tutupnya.
Suasana Saat Pemeriksaan Kesehatan Esa Unggul
Universitas Esa Unggul secara berkala mengadakan pemeriksan kesehatan di Car Free Day. Pada pemeriksaan kesehatan Car Free Day terakhir, sekitar 180 orang dilayani oleh 28 tim kesehatan Esa Unggul yang terdiri dari 15 orang dari Fisioterapi, 8 orang dari ilmu Gizi dan 5 orang dari Keperawatan. Pemeriksaan kesehatan Esa Unggul sendiri berlokasi di daerah Dukuh atas sisi timur dan berlangsung dengan lancar.
Read More..

Senin, 12 Juni 2017

Kementerian Kesehatan Timor Leste Kirim Mahasiswanya Belajar Ke Esa Unggul


Kementerian Kesehatan Timor Leste Kirim Mahasiswanya Belajar Ke Esa Unggul

Share




Kementerian Kesehatan Timor Leste Kirim Mahasiswanya Belajar Ke Esa Unggul
Kementerian Kesehatan Timor Leste Kirim Mahasiswanya Belajar Ke Esa Unggul

Kementerian Kesehatan Timor Leste Kirim Mahasiswanya Belajar Ke Esa Unggul

Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Melihat kemajuan pendidikan Kesehatan yang ada di Lembaga Pendidikan Tinggi di Indonesia, Kementerian Kesehatan Timor Leste akan mengirimkan mahasiswanya untuk belajar ke beberapa Universitas di Indonesia. Salah satu Perguran Tinggi yang dituju Kemenkes Timor Leste untuk mengirimkan mahasiswanya ialah Esa Unggul.
Perwakilan dari Kementerian Kesehatan Timor Leste Augusto Joaquim Pinto mengatakan dipilihnya Universitas Esa Unggul sebagai salah satu tujuan pengiriman mahasiswa Timor Leste untuk mempelajari kesehatan dikarena reputasi Esa Unggul yang sangat baik dalam bidang pendidikan kesehatan.
“Rencananya pemerintah Timor Leste akan mengirimkan mahasiswa kami untuk mempelajari pendidikan kesehatan seperti farmasi, keperawatan dan fisioterapi ke Univeritas di Indonesia, salah satunya Esa Unggul yang memiliki program studi yang baik dalam bidang Fisoterapi,” terang Augusto, di Ruangan Warek IV, Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat, Senin (12/06/2017)
Augusto pun menambahkan reputasi Esa Unggul dibidang Fisioterapi sangat baik terutama dikalangan akademisi di Timor Leste. Hal ini dibuktikan dengan kerja sama Univeritas Dili dan Esa Unggul pada bulan lalu dibidang pengiriman dosen ke masing-masing Universitas.
“Sejauh ini reputasi Esa Unggul di bidang fisioterapi kan salah satu yang terbaik, bulan kemarin kan ada kerjasama Universitas Esa Unggul dan Universitas Dili dalam bidang pengiriman dosen, ini salah satu rujukan kami kemana saja perguruan tinggi yang dapat kami ajak kerjasama pengiriman mahasiswa Timor Leste nantinya dalam bidang kesehatan,” ujar Augusto.
Augusto menerangkan Pengiriman mahasiswa Timor Leste ke berbagai univeritas di Indonesia ini selain untuk mempelajari mengenai pendidikan kesehatan, menurutnya ini merupakan momentum bagi kedua negara yakni Timor Leste dan Indonesia untuk semakin mengakrabkan hubungan dua negara.
“Ini kan program G2G (Government to Governmnet) mudah-mudahan nantinya dua negara bisa saling membantu khusunya  dibidang tenaga medis kesehatan, karena jujur saja, di Timor Leste fasilitas yang ada sudah sangat baik namun SDM kita sangat terbatas,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Dra. Suryari Purnama, MM, mengungkapkan Esa Unggul menerima dengan tangan terbuka pengiriman mahasiswa Timor Leste yang nantinya akan mempelajari kesehatan di Esa Unggul. Ia pun meyakinkan, Esa Unggul memiliki berbagai failitas penunjang untuk mahasiswa dari luar daerah bahkan dari luar negri.
“Fasilitas yang kami tawarkan kepada mahasiswa dari luar negeri dan daerah sudah memenuhi standar kok, disini sangat dekat dengan tempat tinggal yang nantinya mahasiswa tersebut dapat memilih apakah akan stay di kontrakan atau kos-kosan, disini kita dekat dengan apartemen. Lingkungan kampus dan tempat tinggal mahasiswa disini juga sama baiknya,” terangnya.
Bersama Perwakilan dari Kementerian Kesehatan Timor Leste
Bersama Perwakilan dari Kementerian Kesehatan Timor Leste
Ia pun berharap kedepannya, Esa Unggul dan pemerintah Timor Leste dapat menjalin kerjasama lanjutan dalam bidang pengiriman mahasiswa dan dosen agar bermanfaat untuk saling bertukar informasi serta transformasi pendidikan kedua negara. “Pokoknya kerjasama ini nantinya harus berlanjut sampai ada transformasi pendidkan diantara kedua negara, ini adalah program yang sangat bermanfaat,” tutup Suryari.
Sebanyak sepuluh mahasiswa akan dikirimkan oleh Kementerian Kesehatan Timor Leste untuk mempelajari mengenai pendidikan kesehatan seperti Keperawatan, Fisioterapi dan Farmasi. Selain Indonesia negara lain seperti Singapura dan Malaysia  juga menjadi pertimbangan pemerintah Timor Leste untuk meningkatkan tenaga medis di negara berbahasa Portugis tersebut.

Read More..

Selasa, 06 Juni 2017

Tim Olimpiade Universitas Esa Unggul Juara II Olimpiade Fisioterapi Neurologi Indonesia



Tim Olimpiade Universitas Esa Unggul Juara II Olimpiade Fisioterapi Neurologi Indonesia

Share



Olimpiade Fiisioterapi
Olimpiade Fiisioterapi

Olimpiade Fiisioterapi

Tim Olimpiade Universitas Esa Unggul Juara II Olimpiade Fisioterapi Neurologi Indonesia

Selamat untuk tim Olimpiade Univ Esa Unggul yg mendapatkan Juara 2 Olimpiade Fisioterapi Neurologi Indonesia. Semangaaat untuk semua mahasiswa fisioterapi semoga menjadi awal yg baik untuk prestasi yg akan datang. Congratulation

Read More..

Jumat, 19 Mei 2017

Sambut Ultah ke-19 Fisioterapi Selenggarakan FisioDay


Sambut Ultah ke-19 Fisioterapi Selenggarakan FisioDay




Fisioterapi Selenggarakan FisioDay
Fisioterapi Selenggarakan FisioDay

Sambut Ultah ke-19 Fisioterapi Selenggarakan FisioDay

Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, menyambut ulang tahun ke-19 BEM Fakultas Fisioterapi Universitas Esa Unggul mengadakan Fisioday. Fisioday sendiri berlangsug selama tiga hari yang terdiri dari berbagai kegiatan seperti acara seminar Fisioterapi, Bazar dan Pekan Olahraga Fisioterapi.
salah satu panitia acara Fisioday Rahayu Danar mengatakan acara utama dalam kegiatan Fisioday ini ialah Seminar Fisioterapi berlangsung di Kemala Ballroom. Seminar yang bertajuk “Assesment Physotheraphy Celebral Palsy” ini sendiri dihadiri oleh 238 terapis dan mahasiswa Fisioterapi dari seluruh indonesia.
“Jadi dalam kegiatan seminar Fisioday ini kita mengundang para terapis yang jumlahnya 238 terapis, kebanyakan dari Cirebon sama dari Bali,” ujar Rahayu di Kemala Ballroom, Esa Unggul, Jakarta Barat.
Rahayu pun menambahkan jika pada seminar ini pemateri-pemateri yang dihadirkan sangat berkompeten dibidangnya. Diantara pemateri yang dihadirkan ialah dokter dari RSCM dr. Yeti Ramli, pakar fisioterapi Wahyudin, M.Sc dan pemateri IFI (Ikatan Fisioterapi Indonesia) Heru Purwoto.
“Bobot materi yang dihadirkan dalam seminar ini harus lebih luas jangkauannya jadi salah satunya kita undang dari IFI”, terangnya.
Sementara itu, acara lainnya yang juga ikut memeriahkan ulang tahun Fisioterapi yakni Pekan Olahraga Fisioterapi. Rahayu mengatakan Olahraga yang ditandingkan dalam Fisioday diantaranya ialah Futsal dan Badminton. Untuk penyelenggaran turnamen futsal diundang dari beberapa Universitas yakni Binawan, Uhamka, Ukrida dan Esa Unggul.
“Kami mengundang dari Universitas lain untuk ikut berpartisipasi dalam pekan olahraga Fisioday, selain untuk meningkatkan nilai branding Fisioday, kita juga menginginkan adanya kerjasama dari berbagai universitas lainnya ” ujarnya.
Kemeriahan lainnya yang dihadirkan dari Fisioday ialah diselenggarakannya Bazar Fisioday, bazar ini sendiri penuhi oleh stand-stand makanan dan juga stand busana serta aksesoris.

Read More..

Senin, 10 April 2017

E2C Memperingati Hari Kesehatan Sedunia


E2C Memperingati Hari Kesehatan Sedunia




E2C Memperingati Hari Kesehatan Sedunia
E2C Memperingati Hari Kesehatan Sedunia

E2C Universitas Esa Unggul Memperingati Hari Kesehatan Sedunia

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan  Sedunia, Esa Unggul Executive Club mengadakan acara dengan tema “ Sehat Bersama E2C” pada 7 s.d 9 April 2017 bertempat di Universitas Esa Unggul dan CFD Sudirman-Thamrin.
Dalam acara tersebut hadir Rektor Universitas Esa Unggul Dr. Ir. Arief Kusuma, AP. MBA, Wakil Rektor III Ari Pambudi, S.Kom, M.Kom dan perwakilan dari Kemahasiswaan Indris B. Kamad.
Saat Pemeriksaan Kesehatan
Saat Pemeriksaan Kesehatan
Rangkaian Kegiatan :
1. PRAKMATIS (Pemeriksaan Mata Gratis) kerja sama dengan JEC ( R.811 UEU )
2. DORA (Donor Darah) Kerja sama dengan PMI (R.811 UEU)
3. SIGN (Social Campaign) SEHAT TANPA NARKOBA Kerja sama dengan BNN (CFD Sudirman – Thamrin, Depan menara BCA)
4. KONSULTASI GIZI Kerja sama dengan Mahasiswa Ilmu ilmu Gizi UEU. (CFD Sudirman – Thamrin, Depan menara BCA)
5. SENAM Instruktur senam Kerja sama dengan BNN. (CFD Sudirman – Thamrin, Depan menara BCA)
6. SCREENING KESEHATAN Kerja sama dengan Mahasiswa Fisioterapi UEU. (CFD Sudirman – Thamrin, Depan menara BCA).

Read More..

Jumat, 20 Januari 2017

Sekilas Tentang Metodologi Riset


(Dihin Septyanto, SE, ME)
Dalam proses penyusunan karya ilmiah (misal tesis), perlu dipahami dan dilaksanakan bagian-bagian penting dalam metodologi riset. Untuk itu di bawah ini disajikan beberapa bagian-bagian penting tersebut yang dapat menjadi acuan minimal, sehingga akan didapat hasil penelitian yang berkualitas.
Beberapa bagian riset yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
I. Latar Belakang Penelitian
Pada bagian ini minimal memperhatikan 2 hal penting, yaitu :
1. Mengemukakan alasan dilakukannya penelitian atas problem manajemen tertentu berdasarkan pada data dan fakta, sehingga menunjukkan bahwa topic/ judul yang dipilih adalah penting.
2. Memaparkan proses identifikasi dan perumusan masalah.
Identifikasi Masalah
Identifikasi Masalah, yaitu temuan-temuan yang dapat diteliti, pada umumnya merupakan “ekstrak” dari latar belakang masalah.
Penanganan masalah hanya akan efektif apabil peneliti memiliki informasi yang dapat dipercaya kebenarannya yaitu informasi yang didasarkan atas fakta yang diperoleh dengan cara yang benar. Sebelum riset dilakukan, terlebih dahulu perlu untuk mengidentifikasi dengan jelas permasalahan yang dihadapi. Peneliti menginventarisasi semua yang mungkin menjadi masalah.
Dalam mengidentifikasi masalah, perlu dibedakan mana yang merupakan akar permasalahan dan bedanya dengan gejala dari suatu permasalahan. Kadang-kadang apa yang kita anggap sebagai masalah itu sebenarnya hanyalah merupakan gejalanya saja. Misalnya dalam suatu ruangan ternyata gelap, lampu tidak menyala. Jadi kegelapan dan lampu tidak menyala itu hanyalah gejala dari suatu masalah. Ternyata gelap dan lampu mati itu disebabkan oleh bohlamnya mati/ putus aliran listriknya. Jadi bohlam mati itu merupakan akar permasalahan yang menyebabkan timbulnya kegelapan, sehingga kita dapat mencari solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut.
Dalam proses mengidentifikasi masalah perlu diperhatikan beberapa hal, yaitu :
  • a. Memahami kondisi, apakah cukup waktu untuk melakukan penelitian.
  • b. Mengamati gejala, dengan mengamati gejala kita akan dapat mengetahaui adanya permasalahan.
  • c. Mencari akar permasalahan, yaitu mencatat semua penyebab yang memungkinkan terjadinya gejala tersebut dan mendapatkan mana penyebab paling utama/ dominan.
Batasan Masalah
Untuk menyederhanakan riset, tetapi menjadi fokus dan efisien, maka masalah tersebut perlu dibatasi. Dalam paper di jurnal, hal tersebut tidak menjadi keharusan, karena dari latar belakang berupa survey literatur telah diidentifikasi masalahnya

II. Perumusan Masalah
Rumusan masalah dapat ditulis dengan kalimat tanya, bisa satu masalah, dua masalah dan seterusnya.Kriteria masalah dalam penelitian yang baik adalah :
  1. Mempunyai kontribusi/ andil yang jelas baik secara teoritis maupun praktis.
  2. Mempunyai derajad keunikan dan keaslian.
  3. Layak dilakukan, hal ini terkait dengan akses data, waktu dan biaya.

III. Hipotesa
Hipotesa merupakan pendugaan sementara, dimana pada penelitian hipotesis merupakan arahan yang akan diuji, karenanya peneliti harus berupaya sedemikian rupa sehingga hipotesisnya terbukti.
IV. Tinjauan Pustaka
Biasanya tinjauan pustaka dicuplik/ disarikan dari referensi textbook,tetapi akan lebih baik kalau sebelumnya ditelusuri melalui paper-paper di jurnal. Relevansi literatur tercermin dalam judul maupun tujuan penelitian sebagai acuan dalam menjawab permasalahan yang akan diteliti. Oleh karena itu, perlu dikaji secara tajam teori apa saja yang memang sesuai dengan kebutuhan penelitian tersebut.

V. Kerangka penelitian
Bagian ini menjelaskan filosofi dari gagasan (idea) riset yang dilakukan,sehingga memerlukan model penelitian (paradigma penelitian), yang ditampilkan dalam suatu diagram untuk memperlihatkan aliran-aliran atau kaitan-kaitan antara suatu variabel dengan variabel lainnya.

VI. Teknik Pengumpulan Data dan Pengambilan Sampel
Bagian ini menetapkan jenis data dari tiap indikator, dari mana sumber dan bagaimana teknik pengumpulan datanya. Dalam hal pengumpulan data termasuk didalamnya penjelasan mengenai populasi, sampel, teknik pengambilan sampel, teknik penyebaran kuesioner, berikut argumentasinya.
Pada suatu penelitian pada umumnya observasi atau eksperimentasi dilakukan tidak terhadap populasi, melainkan dilakukan terhadap sampel. Oleh karena itu, persyaratan tahap sampling harus dipenuhi agar generalisasi dapat menjadi maksimal. Beberapa persyaratan tersebut antara lain :
  1. Digunakan prinsip probabilitas (random sampling)
  2. Jumlah sampel memadai
  3. Ciri-ciri populasi dipenuhi secara ketat
  4. Variasi antar populasi sekecil mungkin
Teknik Sampling
Cara pengambilan sampel dari populasi secara garis besar dibedakan menjadi dua cara, yaitu random sampling (probability sampling) dan non-random sampling (non-probability sampling).
Random sampling adalah tiap unit atau individu dalam populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi sampel. Random sampling merupakan asumsi pemakaian statistik inferensial atau induktif. Pada non-random sampling, tiap unit atau individu dalam populasi tidak mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi sampel.
Beberapa metode random sampling :
  1. Simple random sampling
  2. Systematic random sampling
  3. Stratified random sampling
  4. Cluster/ Area random sampling
  5. Multistage random sampling

VII. Uji kualitas Data.
Untuk mendapatkan kualitas data penelitian, maka diperlukan metode dan batasan yang digunakannya, yang meliputi antara lain :
a) Uji Normalitas untuk data sekunder
b) Uji outlier,dilakukan jika data tidak terdistribusi dengan normal.
c) Uji Asumsi Klasik, untuk analisis regresi/ ekonometri.
d) Uji Reliabilitas dan Validitas untuk data primer.

VIII. Metode Analisis
Bagian ini menentukan sekaligus menguraikan alat analisis yang akan digunakan peneliti.Penggunaan alat analisis dilengkapi argumentasi dengan memahami maknanya.

IX. Kuesioner Sebagai Alat Pengumpul Data
  • Kuesioner adalah pertanyaan tertulis yang diberikan kepada responden untuk menjawab.
  • Sebelumnya harus dipastikan kebenaran atas responden yang diteliti berdasarkan kriteria respondennya.
  • Dua macam responden :
  • a. Kuesioner yang disebut formulir, yaitu kuesioner yang berisi pertanyaan2 untuk memperoleh data tentang variabel yang langsung bisa diidentifikasi. Misalnya : Jenis kelamin, usia, pendidikan dll.
  • b. Kuesioner yang disebut instrumen, yaitu kuesioner yang berisi pertanyaan2 untuk mendapatkan informasi tentang variabel yang tidak langsung menjelaskan. Misal variabel Kualitas Pelayanan, Variabel ini tidak dapat langsung diketahui hanya dengan satu pertanyaan tetapi dapat diketahui dengan beberapa pertanyaan berdasarkan indikatornya, contohnya ditanyakan tentang tangibles, reability, responsiveness, assurance dan empathy.
BAGAIMANA MEMULAI RISET ?
Ada beberapa cara bagi seorang calon peneliti untuk memulai melakukan risetnya, yaitu dengan :
Cara I.
1.Menentukan topik/ tema yang akan ditulis atau diminati.
2.Memperhatikan kejadian tertentu dapat berupa data untuk menghasilkan pertanyaan sbb :
a. Mengapa hal itu terjadi ?
b. Bagaimana hubungan atau pengaruhnya.
Cara II.
1.Membaca riset-riset terakhir pada “scientific jurnal” dari tema ataupun topic yang kita sukai. Riset tersebut memberikan posisi terakhir perkembangan ide.
2.Setelah itu membaca hasil-hasil riset yang lebih awal, untuk mengetahui perkembangan hasil riset dari awal sampai akhir.
3.Dari telaah tersebut kita dapat menemukan ide yang akan kita laksanakan.
Cara III.
1.Penelitian dapat dicoba dengan menjelaskan fenomena-fenomena yang ada (misal data-data keuangan).
2.Melakukan penelitian empiris, yakni replikasi dari riset-riset sebelumnya dengan konteks Indonesia. konstribusi yang didapat antara lain perbedaan metode karena perbedaan data atau kelengkapan data, serta memberikan pencerahan berkaitan dengan fenomena yang ada di Indonesia.

Referensi :
1. Uma Sekaran, Research Method for Business-A Skill Building Approach,4th ed, John Wiley & Sons, Inc, USA, 2003.
2. Asep Hermawan, Penelitian Bisnis – Paradigma Kuantitatif, PT. Grasindo, Jakarta, 2006.
3. Ronny Kountur, D.M.S., Ph.D, Menguasai Riset Pemasaran, Ppm Manajemen, Jakarta, 2008.
4. Program Pascasarjana UIEU, Pedoman Penyusunan Tesis, Jakarta, 2007.

Read More..

Realted Posts